Home / Berita Polri / Idham Azis Diharapkan Bisa Perkuat Pengamanan Pemilu

Idham Azis Diharapkan Bisa Perkuat Pengamanan Pemilu

Jenderal Tito Karnavian menunjuk Idham sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri,

Reporter: Arkhelaus Wisnu

Inspektur Jenderal Idham Azis di Polda Metro Jaya, Jakarta, 8 Agustus 2018.
Inspektur Jenderal Idham Azis di Polda Metro Jaya, Jakarta, 8 Agustus 2018.

 

“Jika institusi membutuhkan dan personel yang bersangkutan qualified di bidangnya, tentu bisa diajukan.”

JAKARTA – Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menunjuk Inspektur Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminal Markas Besar Polri menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, kemarin. Idham sebelumnya menjabat Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, mengatakan penggantian tersebut dimaksudkan sebagai penyegaran di institusi kepolisian. “Prinsip setiap mutasi dalam organisasi adalah hal yang alamiah dan biasa,” kata Dedi di Jakarta. kemarin.

Tito memutasi Arief dan Idham bersama sejumlah perwira polisi lainnya. Mutasi jabatan tersebut tercatat dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/188/1/KEP/2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Dalam surat itu, Arief, yang baru menjabat selama lima bulan sebagai Kepala Bareskrim, dipindahkan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Polri.

Sedangkan jabatan Kepala Polda Metro Jaya akan dipegang oleh Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono, yang sebelumnya menjabat Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri.

Dedi enggan menjelaskan pertimbangan penunjukan Idham Azis sebagai Kapala Bareskrim tersebut. Menurut dia, mutasi tersebut lumrah dilakukan agar kepolisian semakin kuat dan optimal untuk melindungi, mengayomi, serta menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum. “Tidak ada pertimbangan khusus. Ini biasa dalam rangka tour of duty, tour of area, untuk memberi kesempatan kepada seluruh personel mengembangkan kariernya di berbagai tempat,” ujar Dedi.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane, mengatakan penggantian Kepala Bareskrim ini merupakan penggantian dengan masa jabatan tersingkat yang pernah terjadi di kepolisian. Namun, menurut dia, mutasi antara Idham dan Arief perlu dilakukan untuk mempersolid kepolisian, terutama untuk menghadapi penyelenggaraan pemilihan umum serentak tahun ini. “Pemilihan umum tinggal tiga bulan lagi,” ujarnya, kemarin.

Menurut Neta, tahun ini kepolisian memiliki pekerjaan berat soal pengamanan pemilu. Latar belakang Idham yang pernah

berkiprah di Detasemen Khusus Antiteror Polri atau Densus 88 diharapkan bisa meningkatkan kinerja intelijen untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan pada masa pemilu.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, mengatakan rotasi jabatan oleh kepolisian adalah hal yang wajar dilakukan dengan pertimbangan personel dan kebutuhan lembaga. Termasuk pemilihan Idham sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal. Menurut dia, Arief, yang berpengalaman menjabat

Asisten SDM Polri, juga cocok mengelola Lembaga Pendidikan Kepolisian. “Jika institusi membutuhkan dan personel yang bersangkutan qualified di bidangnya, tentu bisa diajukan,” ujarnya.

Sehingga berita ini ditulis, Idham dan Arief belum berhasil ditemui di Markas Polda Metro maupun Markas Besar Polri. Panggilan telepon dan pesan elektronik yang dikirim Tempo ke nomor pribadi mereka juga belum direspons.

  • ADAM PRIREZA | ANDITA RAHMA

 

Dikenal Dekat dengan Tito

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menunjuk Inspektur Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminal Markas Besar Polri.

Meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Idham menempati posisi Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, yang dipindahkan menjadi Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian. Idham dikenal dekat dengan Tito. la pernah menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian, pada 2005. Berikui ini sekilas perjalanan karier ldham Azis.

  • 1988: Akademi Kepolisian
  • 1995: Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian
  • 2005: Kepala Unit Pemeriksaan Sub-Detasemen Investigasi Densus/Antiteror
  • 2006: Kepala Unit IV Direktorat/ /Keamanan dan Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri
  • 2008: Kepala Sub-Detasemen Investigasi Densus/Antiteror Badan Reserse Kriminal Polri
  • 2008: Kepala Kepala Resor Metro Jakarta Barat
  • 2009: Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 2010: Wakil Kepala Densus/Antiteror Polri
  • 2013: Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri
  • 2014: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  • 2016: Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri
  • 2016: Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri
  • 2017: Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 2019: Ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri

 

*Diolah dari berbagai sumber | Arkhelaus W.

 

Sumber: Koran Tempo – 23/01/2019