Home / Berita Kompolnas / Dukung Tilang Dihapus, Kompolnas Minta Komjen Sigit Sanksi Anggota Lakukan Pungli

Dukung Tilang Dihapus, Kompolnas Minta Komjen Sigit Sanksi Anggota Lakukan Pungli

21 Januari 2021 22:19

DPR sahkan pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo jadi Kapolri. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com – Calon Kapolri terpilih, Komjen Listyo Sigit Prabowo berencana untuk mengubah sistem tilang menjadi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sepenuhnya. Tujuannya untuk menghilangkan budaya penyimpangan-penyimpangan yang kerap terjadi antara petugas-pelanggar, atau biasa disebut ‘duit damai’.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti mengungkapkan, sebenarnya Polri bisa memberantas budaya suap-menyuap ini dengan memberikan penghargaan atau reward kepada anggota Polri yang sudah jujur. Apalagi jika kinerja anggota tersebut sangat baik, serta tidak pernah memiliki riwayat kesalahan sama sekali.

Dengan begitu, menurutnya, anggota yang sudah jujur tersebut akan tetap mempertahankan integritasnya. Sedangkan para anggota Polri lainnya diharapkan akan termotivasi untuk meningkatkan integritas dan menghindari praktik suap-menyuap itu.

“Cara agar adanya pungutan liar bisa dihentikan sebenarnya bisa dengan memberikan reward kepada para anggota Polri yang sudah bekerja dengan jujur, agar tetap jujur dan semakin baik kinerjanya,” kata Poengky kepada merdeka.com, Kamis (21/1).

Selain memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang kinerjanya baik, menurut Poengky, Polri perlu memberikan sanksi kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran pungli itu.

Menurutnya, untuk bisa mengetahui satu per satu anggota Polri yang melakukan pelanggaran tersebut, maka Polri perlu meningkatkan fungsi pengawasan. Dengan begitu, akan lebih mudah dalam memberikan sanksi/hukuman.

“Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi praktik suap-menyuap yaitu dengan melakukan pengawasan yang baik terhadap setiap anggota serta melakukan punishment,” kata Poengky.

Oleh sebab itu, dia menilai bahwa partisipasi masyarakat dan media dalam mengawasi Polri sangatlah penting. Baik itu pengawasan terhadap institusinya ataupun pengawasan setiap anggota Polri itu sendiri.

“Peran media dan masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi Polri juga penting,” ujarnya.

Intinya, kata Poengky, jika Komjen Sigit akan betul-betul menghapus sistem tilang secara langsung dan mengubahnya ke sistem ETLE, Poengky menyatakan bahwa Kompolnas akan mendukung hal itu.

“Kami mendukung perubahan Polri menjadi lebih humanis karena keluhan masyarakat terkait oknum polantas yang nakal masih ada, langsung main tilang dengan tujuan pungli. Padahal polisi diharapkan mengedepankan kamtibmas,” kata Poengky. (mdk/gil)

Reporter : Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka.com