Home / Berita Kompolnas / Djoko Tjandra Ditangkap, Kompolnas: Apa yang Dilakukan Polri Selamatkan Muka Indonesia

Djoko Tjandra Ditangkap, Kompolnas: Apa yang Dilakukan Polri Selamatkan Muka Indonesia

Senin, 3 Agustus 2020 10:36

Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. Bareskrim Polri menangkap Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. [TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN]

WARTAKOTALIVE, JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan, ketegasan Polri menangkap dan menindak Djoko Tjandra, perlu ditingkatkan.

Penangkapan itu dinilai menyelamatkan citra institusi Polri di hadapan masyarakat.

“Apa yang dilakukan Polri telah menyelamatkan muka Indonesia.”

• Polisi Tangkap Djoko Tjandra, Politikus Partai Gerindra: 11 Tahun yang Lalu ke Mana Saja?

“Dan memulihkan kepercayaan publik atas keraguan yang sempat muncul karena upaya penegakan hukum yang tercederai.”

“Akibat beberapa oknum dari beberapa institusi justru membantu menutupi pelarian Djoko Tjandra,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Poengky mengharapkan ketegasan Polri dalam penindakan hukum, dapat terus ditingkatkan.

• Dinilai Bukan Prestasi, Penangkapan Djoko Tjandra Memang Sudah Kewajiban Kabareskrim

Khususnya, dalam pengungkapan aktor yang diduga ikut terlibat dalam melindungi Djoko Tjandra.

“Saya optimis kasus orang-orang yang terlibat melindungi Djoko Tjandra akan dapat diproses hukum dengan baik oleh Polri, termasuk mengungkap aliran dananya,” tuturnya.

Sebab, imbuh Poengky, ketegasan dalam kasus tersebut dapat menjadi momentum Polri mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.

• Sehari Setelah Diciduk di Malaysia, Djoko Tjandra Langsung Berstatus Narapidana

“Saya berharap sikap tegas dan profesional Polri ini akan terus ditingkatkan.”

“Ini momentum bagi Polri untuk kembali menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri benar-benar profesional, modern, dan terpercaya.”

“Serta menggelorakan kembali semangat reformasi Polri, termasuk semangat clean and good governance,” paparnya.

• Diminta Pecat Jaksa Pinangki yang Foto Bareng Djoko Tjandra, Begini Respons Kejaksaan Agung

Di samping itu, ia mengharapkan langkah tegas kepolisian juga dapat diikuti oleh institusi lain untuk mengusut anggotanya yang diduga terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra.

“Ini dapat menjadi contoh bagi institusi lainnya yang anggotanya diduga terlibat melindungi Djoko Tjandra, untuk melakukan penindakan secara tegas dan cepat, termasuk mendorong proses pidana.”

“Dengan begitu, maka komplotan pelindung Djoko Tjandra dapat dibongkar,” bebernya.

• Polisi Tangkap Djoko Tjandra, Politikus Partai Gerindra: 11 Tahun yang Lalu ke Mana Saja?

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyerahkan narapidana kasus Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra kepada Kejaksaan Agung, Jumat (31/7/2020) malam.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Ali Mukartono mewakili Kejaksaan Agung, menerima Djoko Tjandra.

Penyerahan Djoko Tjandra dalam rangka eksekusi kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali oleh Kejaksaan Agung.

• KRONOLOGI Tim Khusus Polri Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia, Mahfud MD Langsung Sujud Syukur

“Malam ini saya menerima penyerahan terpidana Djoko Sugiarto Tjandra dalam rangka eksekusi kasus sesi Bank Bali,” ucap Ali Mukartono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.

Kejaksaan Agung juga langsung menjebloskan Djoko Tjandra ke rumah tahanan (Rutan) cabang Salemba Mabes Polri.

Dengan menjebloskan sang Joker ke jeruji besi, kata Ali Mukartono, maka tugas Kejaksaan Agung telah selesai.

• Brigjen Prasetijo Utomo Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Telusuri Aliran Dana dari Djoko Tjandra

“Dengan eksekusi ini maka status yang bersangkutan (Djoko Tjandra) berubah.”

“Dari terpidana nanti menjadi warga binaan yang menjadi tanggung jawab dari Dirjen Lapas,” kata Ali Mukartono.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga dan Kepala Rumah Tahanan Salemba Renharet Ginting turut menyaksikan prosesi penyerahan Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung.

• Operasi Penangkapan Djoko Tjandra Dirancang Sejak 20 Juli, Cuma 4 Orang Ini yang Tahu Detailnya

Dirjen PAS Reynhard Silitonga menjelaskan, dengan dilaksanakan eksekusi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), maka Djoko Tjandra mulai menjadi narapidana sekaligus warga binaan di lembaga permasyarakatan.

Djoko Tjandra akan ditempatkan di rutan cabang Salemba Mabes Polri.

Reynhard Silitonga mengatakan, keputusan penempatan Djoko Tjandra di rutan cabang Salemba untuk memudahkan Polri melakukan pemeriksaan lanjutan.

• Akui Banyak Hambatan, Tito Karnavian Sebut Penangkapan Djoko Tjandra Prestasi Luar Biasa

“Di mana penempatan yang dilakukan di cabang rutan Salemba di Mabes Polri ini yaitu tentunya dalam rangka pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya,” jelas Reynhard.

“Selanjutnya juga kami melihat protokol kesehatan yang bersangkutan.”

“Jadi kami akan tempatkan yang bersangkutan di cabang rutan Salemba di Mabes Polri ini,” sambungnya.

• Masjid Agung Sunda Kelapa Tak Potong Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Ini Alasannya

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung penyerahan terpidana Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Dalam paparannya, Kabareskrim menyebut penyerahan itu merupakan tindak lanjut dari penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia.

“Hari ini secara resmi 1×24 jam harus diserahkan ke Kejaksaan selaku eksekutor dalam kasus PK kita serahkan,” ucap Listyo.

• Mengapa Perkantoran Jadi Klaster Penyebaran Covid-19? Ini Penjelasan Anies Baswedan

Namun demikian, Listyo mengatakan Djoko Tjandra masih harus dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan yang dimaksudkan terkait pelariannya selama di Indonesia.

“Pemeriksaan kasus-kasus yang terjadi yaitu keluar masuk Djoko Tjandra dan kepentingan lain.”

• Djoko Tjandra Diciduk, Ketua Komisi III DPR Angkat Topi untuk Kabareskrim

“Jadi saat ini yang bersangkutan dititipkan di Mabes Polri untuk memudahkan Bareskrim Polri untuk lanjutkan penyelidikan dan pemeriksaan Djoko Tjandra,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan Djoko Tjandra juga nantinya berkaitan dugaan adanya aliran dana yang dikeluarkan oleh terpidana itu selama pelarian di Indonesia.

Termasuk, terkait penerbitan surat jalan yang menjerat salah satu jenderal polisi.

• Korban TPPO Dapat Bantuan Tunai dan Hygiene Kit dari Kemensos dan Tearfund

“Kita lakukan pemeriksaan dengan kasus surat jalan atau rekomendasi dan kemungkinan aliran dana,” bebernya.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan keberhasilan Polri memulangkan Djoko Tjandra, buronan kasus dugaan korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali.

Menurut dia, keberhasilan memulangkan Djoko Tjandra dilakukan atas kerja sama Polri dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Upaya penangkapan itu berawal dari Kapolri Jenderal Idham Azis membentuk tim khusus untuk memulangkan Djoko Tjandra ke Indonesia, agar menjalani proses hukum.

• Ditanya Soal Dinasti Politik di Pilkada, Zulkifli Hasan: Di Mana Salahnya?

Setelah melakukan upaya penelusuran, kata Listyo, diketahui buronan atas nama Djoko Tjandra sedang berada di Negeri Jiran.

“Atas perintah Kapolri, Kapolri membentuk tim khusus secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra.”

“Dari pencarian, kami mendapati informasi yang bersangkutan ada di Malaysia,” ujar Listyo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020).

• Polisi Minta Temui Penyidik Jika Punya Bukti Baru Kematian Yodi Prabowo, Jangan Berspekulasi

Dia menjelaskan, Polri melakukan kerja sama dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia selama upaya penangkapan dan pemulangan Djoko Tjandra.

“Ditindaklanjuti kegiatan police to police.”

“Bapak Kapolri kirim surat kepada Polisi Diraja Malaysia untuk bersama-sama melakukan kegiatan upaya pencarian,” kata Listyo.

• FPI Bakal Polisikan Orator di Video yang Sebut Rizieq Shihab Manusia Sampah

Pada Kamis siang, Polri menerima informasi keberadaan Djoko Tjandra.

Setelah itu, Listyo bersama tim khusus bentukan Kapolri berangkat ke Malaysia.

“Siang, kami mendapatkan informasi target diketahui.”

• Zulkifli Hasan Pastikan PAN Dukung Anak dan Menantu Jokowi di Pilkada Serentak 2020

“Kami dari Bareskrim bersama tim khusus, Kadiv Propam, berangkat untuk melakukan pengambilan.”

“Dan, Alhamdulillah, Bareskrim dengan Kepolisian Diraja Malaysia.”

“Narapidana sudah berhasil diamankan,” tuturnya.

• Potensi Paslon Tunggal di Pilkada Solo, Zulkifli Hasan: Rakyat Tetap Bisa Pilih Gibran Atau Kotak

Dia menambahkan, upaya memulangkan dan memproses hukum Djoko Tjandra merupakan langkah dari Polri menjawab keraguan di masyarakat.

“Tentu untuk menjawab keraguan publik apakah Polri bisa menangkap.”

“Dan hari ini kami tunjukkan komitmen Djoko bisa kami amankan dan tangkap,” tambahnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: tribunnews.com

Link: https://wartakota.tribunnews.com/2020/08/03/djoko-tjandra-ditangkap-kompolnas-apa-yang-dilakukan-polri-selamatkan-muka-indonesia?page=all.

Editor: Yaspen Martinus