Home / Berita Polri / Dibisiki Kapolres Blitar yang Datang ke Rumahnya, Kasat Sabhara Berlinang Air Mata Saat Berpelukan: Maafkan Saya, Ndan!

Dibisiki Kapolres Blitar yang Datang ke Rumahnya, Kasat Sabhara Berlinang Air Mata Saat Berpelukan: Maafkan Saya, Ndan!

By Desy Kurniasari, Rabu, 7 Oktober 2020 | 14:25 WIB

Laporan Wartawan GridHot, Desy Kurniasari

GridHot.ID – Beberapa waktu lalu beredar kabar seorang Kepala Satuan Sabhara (Kasat) Polres Blitar mengundurkan diri.

Disebutkan bahwa alasannya ialah merasa tertekan dan sering dimaki atasannya, yakni Kapolres Blitar.

Namun, bagaimana akhir dari kasus tersebut?

Sebelumnya, melansir Kompas.com, Kasat Sabhara Polres Blitar, AKP Agus Hendro Tri Susetyo, memutuskan untuk mengundurkan diri dari anggota Polri.

Bahkan ia telah melayangkan surat permohonan pengunduran diri kepada Polda Jawa Timur pada Kamis (1/10/2020) siang.

Agus mengatakan bahwa keputusan yang diambil sudah dipertimbangkan secara matang.

Ia mengaku, keputusannya mengundurkan diri itu karena sudah tidak tahan dengan sikap arogan yang ditunjukkan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

Pasalnya, ia mengaku tertekan secara psikis akibat sering dicaci maki dengan sebutan binatang dan ucapan lainnya yang tak pantas setiap kali atasannya tersebut marah.

Bahkan, sikap arogan yang ditunjukkan atasannya tersebut tidak hanya menimpanya saja, tapi juga semua bawahannya.

Ahmad Fanani tersebut juga dianggap seringkali mencopot anak buahnya tanpa terlebih dulu melakukan pembinaan.

“Saya tidak kuat lagi menjadi bawahan Kapolres, dan saya mengajukan pensiun dini tanpa menuntut apapun dari Polri,” ujar Agus Tri saat ditemui di depan gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Jatim, Kamis (1/10/2020).

“Saya sudah siap mengundurkan diri dari Polri. Surat ini saya sampaikan ke Kapolda Jatim juga kepada Kapolri,” ujar Agus menambahkan.

Meski sudah 27 tahun mengabdi sebagai anggota polisi, namun ia mengaku lebih baik mundur daripada setiap hari selalu merasa tertekan dengan perlakuan Ahmad Fanani.

Menurutnya, sikap tersebut dianggap tidak mencerminkan perilaku polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Namanya manusia, tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok, lalu maki-makian kasar yang diucapkan,” katanya.

Sementara itu, dilansir GridHot dari Kompas TV, konflik antara atasan dan bawahan di Polres Blitar akirnya berujung dengan damai.

Sambil berpelukan, Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo dengan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya saling memaafkan.

Perdamaian antara keduanya dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

“Kejadiannya Senin sore kemarin pukul 18.30 WIB,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2020) malam.

Usai perdamaian antara keduanya, diungkap Trunoyudo, Ahmad Fanani didampingi wakapolres, kabagops dan kasiwas bersilaturahmi di kediaman Agus di Blitar.

Trunoyudo berharap, acara silaturahmi itu akan membuat hubungan antara atasan dan bawahannya itu semakin membaik.

“Semoga hubungan keduanya membaik dan tidak ada lagi konflik di internal Polres Blitar,” katanya.

Kabar perdamaian tersebut diketahui setelah adanya rekaman video berdurasi satu menit yang memperlihatkan pertemuan kedua orang yang sebelumnya berselisih tersebut.

Keduanya tampak saling berpelukan erat cukup lama. Sambil menangis, Agus terdengar mengucapkan maaf kepada Ahmad Fanani.

Sementara Ahmad Fanani yang mengenakan seragam polisi terlihat membisikkan sesuatu di telinga Agus.

Sementara itu, mengutip Kompas.com, sambil menangis, Kasat SabharaPolres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya atas perseteruan yang telah terjadi.

Hal itu disampaikan Agus saat keduanya bertemu pada Senin (5/10/2020) di kediaman Agus di Blitar, Jawa Timur.

“Maafkan saya, Ndan,” kata Agus. (*)