Home / Berita Polri / Dialog Bersama Tokoh Agama, Kapolda Maluku Apresiasi Toleransi Kerukunan Umat Bergama Dan Tips Menangkal Hoax

Dialog Bersama Tokoh Agama, Kapolda Maluku Apresiasi Toleransi Kerukunan Umat Bergama Dan Tips Menangkal Hoax

Kompolnas.go.id,Maluku- Bangkit dari keterpurukan masa lalu, Maluku terus meningkatakan rasa tolerensi kerukunan antar umat beragama.  Harmonisasi dan saling menghargai sesama pemeluk agama, menjadikan Maluku menjadi buah bibir perbincangan, para Pimpinan TNI-Polri maupun para Tokoh-Tokoh Agama,untuk terus merajut kerukunan dan kekerabatan antar umat beragama dalam menjaga kedamain di Provinsi yang berjuluk Negeri para Raja-Raja ini.

Toleransi kerukunan antar umat beragama di Maluku ini, menarik perhatian Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, untuk berdiskusi dan berbincang bersama dengan para Tokoh-Tokoh Agama di Maluku.

“Masyarakat Maluku perlu menjadi contoh, karena ada hal-hal serta  kelebihan-kelebihan yang di miliki masyarakat Maluku antara lain toleransi. Maluku punya masa lalu yang sangat luar bisa menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat di daerah lain,”tutur Kapolda Maluku, saat menghadiri dialog interaktif, bersama parsa Tokoh Agama di Maluku, membahas tentang toleransi umat beragam menjelang perayaan hari raya idul fitri 1441 Hijria ditengah pandemik Covid-19, Jumat (22/5/2020).

Dihadapan para Tokoh Agama Maluku, yang hadir dalam dialog interaktif studi TVRI diantaranya, Ketua MUI Provinsi Maluku Dr.KH. Abdullah Latuapo,Ketua Sinode Provinsi Maluku Pdt Drs,A.J.S. Werinussa, M.Si, Uskup Diosis Amboina, MGR. Petrus Canisius Mandagi, Kapolda Maluku berharap, tolenransi dan kerukunan agama di Maluku hendaknya terus terjaga dan terpilihara di kalangan masyarakat melalui keteladanan Tokoh-Tokoh Agama.  

“Ada hal-hal di masalah lalu berupa kelompok kelompok tertentu yang memanfaatkan keadaan, dan kita selaku pimpinan di daerah Maluku harus menjadi contoh dan teladan bagi karakteristik masyarakat Maluku,”kata Irjen Pol Baharudin Djafar.

Selian menyampaikan kekaguman terhadap karekteristik toleransi kerukunan umat bergama di Maluku, Jenderal bintang dua itu juga menyampaikan , juga membahas cara memerangi berita-berita Hoax.

 “Tips untuk memerangi hoaks apa bila kita menerima informasi terutama lewat handphone. Kita harus mempertanyakan dulu bagi orang tertentu atau yang berwajib biar berita itu tidak tersebar kemana-mana,”pesan Kapolda.

Terkait pelaksanaan hari raya idul fitri 1441 H, Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, menghimbau agar Shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah tetap dilaksanakan di rumah. Sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Pemerintah dan TNI-Polri menghimbau kepada masyarakat terkait pelaksanaan hari raya idul fitri 1441 sebaiknya di laksakan di rumah masing-masing akan tetapi jika ada yang melaksanakan sholat idul fitri di masjid maka harus memperhatikan protokol kesehatan,”himbau Kapolda.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Provinsi Maluku Dr.KH.Abdullah Latuapo, mengatakan, Kebiasaan untuk kami umat muslim punya kebiasaan saling bersilahturahmi dan saling memaafkan satu sama lain apa lagi hari raya seprti ini kami sangat memerlukan adanya saling berdampingan satu sama lain.

“Tetapi dengan situasi dan kondisi seperti kami harus saling memaklumi dan mengikuti arahan dari pemerintah serta fatwa yang sudah dari MUI,” kata Dr.KH.Abdullah Latuapo.

Pihaknya juga juga menghimbau bagi masyarakat muslim di kota Ambon dan di Maluku pada keseluruhan untuk pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan sampai dengan sholat It serta pelaksanan malam takbiran sebaikanya di Masjid saja dan pelaksanaan konfoi di tiadakan.

“Kita selaku tokoh agama sudah menghimbau bagi jemaah atau masyarakat untuk menyadari untuk mendengarkan setiap berita yang di dapati karena ada oknum dan kelompok tertentu yang memanfaatkan keadaan agar suapaya Maluku ini tidak aman,”ujar Dr. KH. Abdullah Latuapo.

Masih ditempat yang sama, Ketua Sinode Provinsi Maluku Pdt.Drs.A.J.S. Werinussa,M.Si, mengatakan, Hal dan kondisi seperti mengajar kita di Maluku untuk kebersamaan dan menjalin kelangsungan hidup antar umat beragama di Maluku.

“Covid-19 ini sangat memperkuat tali persaudaraan untuk kita selalu menyatukan hati kita, untuk saling menopang dan membantu satu sama lain,'” kata Pdt.Drs.A.J.S. Werinussa,M.Si

Masih Kata, Ketua Sinode Provinsi Maluku Pdt.Drs.A.J.S. Werinussa, M.Si, Hoax ini sebenarnya lebih berbahaya dari pada COVID – 19 karena kebohongan itu tidak punya protokolernya tetapi COVID-19 ini punya protokoler.

“Kami menghimbau masyarakat untuk harus mencerna dengan baik setiap berita yang di terbitkan lewat media cetak mau pun media elektronik, atau apa yang menjadi saran dari pemerintah,”Harapnya.

Sementara itu, Uskup Diosis Amboina, MGR. Petrus Canisius Mandagi, juga mengatakan, COVID-19 adalah sesuatu yang jahat karena sudah karna sudah menyusahkan manusia. Tetapi COVID-19 juga mengajar manusia yang jahat untuk harus berubah, untuk harus berdisiplin dalam melaksanakan kehidupan kemanusiaan.

“Kami sangat berterimakasih kepada umat muslim yg sudah mengajar dan menyadari kita tentang perubahan dalam hidup dan iman dalam hal berpuasa. Dalam menghadapi pandemi ini walaupun kita berjauhan fisik tapi harus berdekatan di hati. Sementara Untuk menghadapi Hoax saya mau menyampaikan bahwa hoax itu akan tetap ada karena kejahatan manusia sendiri, tetapi Tuhan memberikan nalar pikiran kita untuk menyaring informasi mau pun berita yang kita dengar,” tutup Uskup Diosis Amboina, MGR. Petrus Canisius Mandagi. (FER)