Home / Berita Kompolnas / Begini Prosedur Penetapan Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Begini Prosedur Penetapan Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Kapolri Jenderal Idham Azis saat menghadiri rapat kerja dengan komisi III di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Rapat membahas Rencana Kerja 2020, tindak lanjut kasus Novel Baswedan, penanganan kasus Natuna, penanganan kasus Taman Sari dan isu-isu lainnya. Dalam rapat ini juga kapolri dan komisi III menetapkan dua kesimpulan mengenai rapat tersebut. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebut ada tiga lembaga dalam prosedur penetapan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Ketiga lembaga itu adalah Kompolnas, Presiden dan DPR RI dalam melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan.

“Hanya tiga lembaga yang terlibat secara hukum dalam pergantian Kapolri, yakni Kompolnas, Presiden dan DPR,” ungkap Komisioner Kompolnas, Andrea H. Poeloengan, kepada AKURAT.CO saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (13/6/2020).

Andrea menjelaskan bahwa pertama-tama, prosedur penetapan calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta saran dan masukan kepada Kompolnas terkait nama-nama yang diajukannya.

“Kemudian Kompolnas berikan saran pertimbangan kepada Presiden,” ujarnya.

Selanjutnya, Andrea mengatakan, Presiden mempertimbangkan terkait masukan dari Kompolnas. Kemudian Presiden memutuskan sesuai dengan kehendak pilihannya untuk diajukan ke DPR RI dalam hal ini Komisi III untuk mengikuti Fit and Proper Test atau uji kelayakan dan kepatutan.            

“Nama yang diajukan dilakukan Fit dan Proper Test oleh DPR,” katanya.

Kemudian, Komisi III DPR RI akan membawa hasil dari uji kelayakan dan kepatutan itu ke Sidang Paripurna untuk disahkan dan langsung diserahkan atau diberikan kepada Presiden RI.

“Hasilnya baik setuju ataupun tidak setuju, tetap diberikan kepada Presiden,” ungkapnya.             

Jika disetujui, maka setelah itu Presiden akan melantik Kapolri yang baru pengganti Jenderal Idham Azis. Namun jika ditolak DPR RI, maka Presiden akan mengajukan nama baru dan prosesnya dimulai lagi dari awal.

Hal yang sama disampaikan Indonesia Police Watch (IPW) bahwa sesuai prosedurnya, nama-nama calon Kapolri itu akan digodok Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri yang diketuai Wakapolri dan anggotanya Irwasum, Assisten SDM dan Kadiv Propam.          

Nama-nama yang digodok Wanjakti ini lalu diserahkan Kapolri kepada Presiden untuk dipilih, kemudian dilakukan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. 

“Namun di sisi lain Kompolnas juga memberikan nama-nama calon Kapolri sebagai usulan kepada Presiden,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, dalam keterangannya, beberapa hari yang lalu.[]

Link berita : https://akurat.co/id-1140084-read-begini-prosedur-penetapan-calon-kapolri-pengganti-idham-azis