Home / Berita Polri / Baru Selesai Satu Ronde Di-OTT oleh Suami Sendiri

Baru Selesai Satu Ronde Di-OTT oleh Suami Sendiri

Rabu, 16 September 2020 – 07:30

BAGI Kepsek Ny. Nurlaila (43), kepuasan onderdil lebih utama ketimbang kepuasan materil. Maka meski sudah dibelikan mobil oleh suami, masih saja berkencan ria dengan Yasid (40), eks Kepala SD. Paling sial, baru saja menyelesaikan “satu ronde” di rumah kontrakan, tahu-tahu di-OTT oleh Mahmud (48), suami sendiri.

Guru adalah profesi yang dikenal moralnya jaminan mutu. Tapi itu duluuuu! Sekarang guru setiap minggu berbuat saru, sudah ombyokan, tapi itu namanya oknum! Para oknum itu lupa bahwa profesinya untuk mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa pewaris masa depan. Mungkin juga mereka kecewa, capek-capek mencerdaskan anak bangsa hanya dapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Sedangkan politisi yang selalu nyinyir pada pemerintah malah dapat bintang mahaputra

Nah, Bu Kepsek Nurlaila, bukanlah sosok guru yang tak puas akan perhatian pemerintah. Dia justru tidak puas pada pelayanan suami sendiri, yang juga sesama guru di daerah Kolaka, Kendari (Sultra). Soal amplop gaji memang diberikan sepenuhnya, kebutuhan pakaian dan bersolek juga dipenuhi. Tapi kebutuhan biologis, ini yang masih menjadi pertanyaan besar.

Mahmud juga seorang Kepala Sekolah. Begitu perhatiannya pada keluarga. Satu mobil saja tak cukup di rumah, maka istrinya pun juga dibelikan mobil. Soal itu cash atau kredit, yang tahu hanya dua pihak. Pertama, Mahmud sendiri selaku pengadaan anggaran, dan yang kedua tentu saja Tuhan YMK (Yang Maha Kuasa).

Ny. Nurlaila tahu bahwa kebutuhan lahiriah selalu dipenuhi oleh suami. Tapi kebutuhan batiniah, ini yang tak pernah maksimal. Maklumlah, suami kan juga pekerja sibuk. Ibarat nyetir mobil, maunya Nurlaila berkecepatan 100 Km/jam seperti di jalan tol. Tapi Mahmud mampunya hanya 60 Km/jam, bahkan tinggal 20 Km/jam ketika ketemu kompleks militer.

Batin Ny. Nurlaila sebetulnya uring-uringan. Tapi mau protes malah takut nanti dikira istri yang hiperseks setelah hobinya ke hypermarket. Maka dia kemudian memilih mencari kepuasan di luar rumah. Ketemulah kemudian dengan Yasid, mantan Kepala SD di daerah Konawe. Maklum, jaman sekarang mantan Kepala SD masih muda-muda, karena jabatan itu tak melekat secara permanen. Jika sudah 8 tahun ya berhenti, kan guru yang lain kepengin pula jadi KS. Tapi jangan disebut arisan lho ya!

Jadilah Yasid ini jadi PIL Nurlaila. Mobil yang dibelikan oleh suami, justru sering dipakai bersama untuk berkencan ria. Bila pergi ke Konawe, Nurlaila pamitnya tugas ajar meng ajar. Mahmud percaya saja, karena istrinya juga seorang instruktur. Padahal faktanya, Nurlaila malah menginstrukturi Yasid PIL-nya di atas ranjang.

Mahmud mulai curiga ketika menemukan pesan-pesan Yasid secara japri dalam WA istrinya. Isinya penuh kata-kata mesra, pakai mama-papa dan say-say segala. Mahmud jadi mafhum sepak terjang bininya selama ini. Jadi kalau istri pamit pergi ke Konawe, itu bukan untuk pekerjaan tapi siap untuk “dikerjai” Yasid sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Tentu saja Mahmud marah besar. Dirinya yang kerja banting tulang untuk istri, malah istrinya “banting-bantingan” dengan lelaki lain. Tapi atas penemuan ini dia tak segera klarifi kasi pada bininya. Justru pura-pura tidak tahu saja. Tapi beberapa waktu yang lalu, Mammud mencoba membuntuti mobil istrinya.

Ternyata mobil mengarah ke sebuah rumah kontrakan daerah Baruga. Sementara Nurlaila masuk ke dalam rumah, Mahmud justru menghubungi polisi setempat untuk menggerebek bersama-sama. Satu jam kemudian penggerebekan itu berlangsung. Dengan penuh emosi Mahmud menendang pintu rumah kontrakan sampai jebol, dan langsung menuju sebuah kamar.

Di dalamnya nampak Nurlaila-Yasid tidur-tiduran berdua. Melihat suami WIL-nya, Yasid mencoba kabur lewat jendela untuk menghindari OTT non KPK. Tapi berhasil ditahan, dan hendak dihajar oleh Mahmud. Tiba-tiba Nurlaila berteriak histeris, “Jangan sakiti dia….!” Mahmud pun menarik tinjunya, sementara polisi juga segera memisahnya. Karena jangankan guru, polisi pun tak boleh main hakim sendiri.

Polisi membawa keduanya ke Polsek Baruga. Sebagai barang bukti disita juga sarung yang bernoda sperma. Dalam pemeriksaan keduanya mengakui, bahwa sebelum di-OTT Mahmud sempat berhubungan intim habis satu ronde.

Coba lebih cepat 30 menit, tentunya ronde pertama belum selesai. (le/gunarso ts)

Link sumber: https://poskota.co.id/2020/9/16/baru-selesai-satu-ronde-di-ott-oleh-suami-sendiri