Home / Berita Kompolnas / Aparat Wajib Jamin Rasa Aman Rakyat

Aparat Wajib Jamin Rasa Aman Rakyat

Minggu 30 Agustus 2020, 03:27 WIB

Tri Subarkah | Politik dan Hukum

Petugas memeriksa mobil operasional yang dibakar dan bus yang dihancurkan kacanya saat olah TKP di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, kemarin. MI/ANDRI WIDIYANTO

AKSI penyerangan yang dilakukan sekitar 100 orang terhadap Kantor Polsek Ciracas, Jakarta Timur, kemarin dini hari, dikecam banyak kalangan. Mereka mendesak para pelaku ditindak tegas agar kejadian serupa tak terulang demi terpeliharanya rasa aman masyarakat.

Insiden penyerangan tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 01.45 WIB. Penyerang yang datang dengan mengendarai sepeda motor bertindak brutal. Mereka merusak polsek dan beberapa unit kendaraan.

“Ada dua kendaraan dipecah kacanya, satu bus, satu mobil dinas. Kemudian membakar dua mobil, satu mobil patroli, satu mobil wakapolsek. Terus merusak kaca-kaca polsek ini,” papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Tidak hanya itu, penyerang juga menganiaya petugas yang sedang piket di Polsek Ciracas. Dua anggota kepolisian yang tengah melakukan patroli menjadi sasaran pula.

Bahkan, seorang warga yang berada di lokasi menjadi korban. Dia dipaksa keluar dari mobilnya lalu dipukuli. Mobil yang dikendarai pria tersebut dihancurkan.

Meski sebelumnya dibantah, dugaan keterlibatan anggota TNI dalam penyerangan itu akhirnya diakui. Menurut Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abduracham, enam anggotanya telah diperiksa. “Ada enam orang yang diperiksa dari hasil SMS antara Prada MI dan kawan-kawannya, dan saat ini sedang dalam pemeriksaan Pomdam Jaya,” ujarnya, kemarin.

Dudung menjelaskan, awalnya Prada MI mengalami kecelakaan tunggal di sekitar Arundina, Ciracas, pada pukul 20.00 WIB, lalu mengabarkan kepada ke rekan- rekannya bahwa dia dikeroyok. Padahal, kepada komandannya, Prada MI mengaku mengalami kecelakaan tunggal.

“Dari informasi inilah mungkin berkembang, termasuk di medsos bahwa yang bersangkutan dikeroyok dengan beberapa kalimat yang membangkitkan emosi teman-temannya. Sehingga, dengan jiwa korsa yang berlebihan mereka tidak terkendali akhirnya melaku- kaan perusakan,” tandas Dudung.

Dia mengaku telah mendapatkan mandat langsung dari Panglima TNI untuk menindak anggota TNI yang terbukti bersalah dalam peristiwa itu.

Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Ikhsan Yosarie mengingatkan bahwa pada hakikatnya tugas aparat keamanan ialah memberikan rasa aman kepada rakyat. Karena itu, dia mendesak semua pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan di Ciracas harus diproses hukum dengan benar dan berkeadilan.

Ikhsan menekankan pentingnya pimpinan TNI dan Polri mengendalikan pasukannya agar situasi tidak memburuk.

‘’Pemerintah dan aparat keamanan wajib memastikan rasa aman masyarakat karena peristiwa yang terjadi telah menimbulkan rasa tidak aman.’’

Efek jera

Senada, juru bicara Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap para pelaku ialah mutlak agar ada efek jera. Dia mengingatkan kejadian serupa pada 2018 ketika Polsek Ciracas diserang sekelompok orang menyusul insiden pengeroyokan yang menimpa anggota TNI.

“Jangan sampai kasus ini tidak tuntas pengusutannya seperti tahun 2018, sehingga membuat para pelaku tidak jera,” tandas Poengky.

Ketua Setara Institute Hendardi menilai, jika benar ada anggota TNI yang terlibat dalam peragaan kekerasan itu, salah satunya karena TNI terlalu lama menikmati keistimewaan dan kemewahan hukum. Sebab, mereka tidak tunduk pada peradilan umum.

Reformasi TNI, kata Hendardi, juga hanya bergerak di sebagian atas struktural, tapi tak menyentuh dimensi kultural dan perilaku anggota.

Sementara itu, Komandan Puspom TNI Mayjen Eddy Rate Muis menjamin TNI akan transparan dalam mengusut kasus tersebut. Saat ini, tim gabungan Pomdam Jaya dan Polda Metro Jaya sedang bekerja. (Ind/Hym/X-8)

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/340575-aparat-wajib-jamin-rasa-aman-rakyat