Home / Berita Kompolnas / Berkaca Kasus Penembakan Brimob di Blora, Kompolnas Minta Polri Perketat Pengawasan

Berkaca Kasus Penembakan Brimob di Blora, Kompolnas Minta Polri Perketat Pengawasan

JAKARTA – Komisioner Kompolnas Poengky Indarti meminta Polri menjadikan kasus penembakan personel Brimob di Blora, Jawa Tengah sebagai bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan penggunaan senjata terhadap anak buahnya yang sedang bertugas.

Poengky menjelaskan, anggota yang diberi kewenangan membawa senjata telah lulus tes, antara lain kejiwaan, kesehatan, dan bebas narkoba. Bahkan Polri wajib mempertimbangkan track record anggota polisi dalam membawa senjata.

“Oleh karena itu, kita harus tahu apa penyebab yang bersangkutan menembak rekannya sendiri,” ucap Poengky saat dihubungi Okezone, Jumat (13/10/2017).

Poengky mengabarkan, kasus polisi menembak polisi sudah berkali-kali terjadi, sehingga sudah saatnya Polri melakukan evaluasi, dan perlu memperketat pengawasan penggunaan senjata, dengan cara mengecek secara berkala terhadap anak buahnya yang dipersenjatai.

“Perlu perhatian dari atasan untuk dapat mengecek anak buah secara berkala, apalagi mereka yang ditugaskan dalam operasi pengamanan kan berosiko tinggi, jenguklah anak buah,” tuturnya.

Seperti diketahui, ada tiga personel Brimob di Blora tewas. Dua di antaranya adalah Brigadir Budi Wibowo (30) dan Brigadir Ahmad Supriyanto (35) ditembak rekannya Bripka Bambang Tenjo saat tugas menjaga lokasi pengeboran sumur minyak Sarana Gas Trembul (SGT) Blora.

Setelah menembak kedua rekannya, Bripka Bambang malah bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Polda Jateng, pristiwa tersebut dipicu dendam pribadi.

(ran)

[Badriyanto/ okezone.com · Jum’at 13 Oktober 2017, 07:17 WIB] https://news.okezone.com/read/2017/10/13/337/1794499/berkaca-kasus-penembakan-brimob-di-blora-kompolnas-minta-polri-perketat-pengawasan