Home / Berita Kompolnas / Adik Ipar Edo Kondologit Tewas, Kompolnas: Kelalaian Polisi

Adik Ipar Edo Kondologit Tewas, Kompolnas: Kelalaian Polisi

Rabu, 2 September 2020 | 10:37 WIB
Oleh : Willy Masaharu /WM.

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) Poengky Indarti melihat ada kelalaian polisi dalam mengawasi tahanan terkait peristiwa tewasnya George Karel Rumbino (GKR) saat ditahan di Polres Sorong.

Menurut keterangan polisi, GKR yang merupakan adik ipar penyanyi Edo Kondologit tersebut tewas setelah dianiaya tahanan lain di Polres Sorong.

“Kasus ini menunjukkan, ada kelalaian polisi dalam mengawasi orang yang ditahan,” kata Poengky Indarti, saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (2/9/2020).

Seharusnya dengan menahan seseorang, tegas Poengky, polisi wajib menjamin keamanan serta keselamatan orang yang ditahan.

Poengky berpendapat, polisi perlu mengawasi para tahanan yang dapat dipantau melalui kamera CCTV selama 24 jam. Selain itu, petugas jaga tahanan juga perlu mengecek langsung setidaknya setiap jaam sehingga dapat mencegah tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan tahanan lainnya.

Atas peristiwa itu, Kompolnas pun menyarankan agar petugas jaga serta atasannya diperiksa.

“Saya merekomendasikan pemeriksaan kepada petugas jaga dan atasannya, yang karena kelalaiannya mengakibatkan tahanan dianiaya hingga meninggal oleh tahanan lainnya serta orang-orang yang diduga terlibat melakukan penganiayaan pada GKR,” kata Poengky.

Selain itu, Kompolnas juga meminta Bidang Profesi dan Pengamanan (propam) memeriksa anggota yang menembak GKR.

Menurut polisi, GKR ditembak di bagian kaki karena mencoba kabur dan mencoba mengambil senjata api polisi. Pemeriksaan terhadap anggota dinilai dibutuhkan untuk mendalami apakah ada pelanggaran prosedur maupun pelanggaran hukum terkait penembakan tersebut.

“Kalau yang bersangkutan melarikan diri itu bukan perlawanan yang mengancam nyawa, apalagi kalau yang bersangkutan tidak bersenjata, maka seharusnya ditangkap, bukan ditembak,” ucap Poengky. Lebih lanjut, untuk mencegah hal serupa, Kompolnas mengingatkan anggota kepolisian melaksanakan Perkap 8/2009 tentang Implementasi dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kompolnas juga menyarankan penyidik dan penyelidik menggunakan body camera agar tindakan masing-masing anggota dapat diawasi sehingga tidak melanggar HAM.

Poengky menegaskan, hukuman sesuai kesalahan dan pembenahan-pembenahan perlu dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang. “Anggota Polri benar-benar menjadi promoter. Kompolnas sangat berharap pemeriksaan propam dapat dilakukan dengan profesional dan transparan,” katanya.

Adik ipar Edo Kondologit, GKR tewas di dalam tahanan Polres Sorong. Polisi menyebut GKR tewas karena dianiaya tahanan lain. Adapun GKR ditangkap dan ditahan atas dugaan pencurian dan pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap seorang nenek berusia 70 tahun di Pulau Doom, Sorong, Kamis pekan lalu. Penyelidikan terhadap anggota yang diduga terlibat dalam peristiwa ini sedang dilakukan Propam dan Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat atas perintah Kapolda Papua Barat.

Sumber:BeritaSatu.com