Home / Berita Kompolnas / 8 Pernyataan Sikap Kompolnas Tanggapi Bentrok Aparat dan Perusuh di Jakarta, Aparat Jangan Ragu!

8 Pernyataan Sikap Kompolnas Tanggapi Bentrok Aparat dan Perusuh di Jakarta, Aparat Jangan Ragu!

Komisioner Kompolnas, Andrea H. Poeloengan Foto: Adhim Mugni/kumparan
Komisioner Kompolnas, Andrea H. Poeloengan Foto: Adhim Mugni/kumparan

 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPANKompolnas turut menanggapi serangkaian peristiwa besar di republik ini 2 hari belakangan ini. Anggota Kompolnas Periode 2016-2020, Andrea H Poeloengan mendukung Polri dan TNI agar tidak ragu dalam menegakkan hukum.

“Jangan ragu dalam menjaga serta memastikan keamanan, terjaganya Pancasila, UUD NRI 1945, sasanti Bhinneka Tunggal Ika, serta keutuhan NKRI,” ungkapnya melalui saluran telepon.

Kendati demikian, Polri dan TNI diminta tetap bertahan mengedepankan upaya persuasif terlebih dahulu, dengan mengimbau pada batasan tertentu.

“Jika tidak juga menurut (perusuh), maka jangan ragu untuk tindak tegas mereka yang melawan hukum dan mengacaukan negeri tercinta Indonesia,” ungkapnya.

Mengingat hal-hal yang terjadi 2 hari belakangan ini, sebagai anggota Kompolnas dirinya merasa perlu menyikapinya sebagai-mana berikut:

  1. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada seluruh jajaran Polri yang telah berjuang mengorbankan jiwa-raga dalam menjaga keutuhan NKRI, pada kegiatan-kegiatan pengamanan di sekitar kantor Bawaslu RI, KPU RI, daerah Petamburan, daerah Slipi, Kawasan daerah Polsek Gambir, Kawasan Pos Polisi Jl. Wahid Hasyim, Kawasan Jl H. Agus Salim, ataupun Jl. Sabang, Jakarta, maupun juga di Pontianak, serta di seluruh wilayah Republik Indonesia;
  2. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, yang telah memberikan dukungan penuh, kepada Polri, dengan sinergitas terbaiknya, bergotong-royong menghadapi pihak-pihak yang mencoba merusak keutuhan NKRI dan mencabik-cabik integrasi Bangsa Indonesia, pasca pengumuman hasil Pemilu 2019;
  3. Seperti diketahui publik melalui media-media masa yang kredibel, bahwa dugaan upaya-upaya untuk mendelegitimasi Pemilu 2019, telah berlangsung sejak pertengahan tahun 2018. Bahkan, upaya-upaya penegasan untuk mengganti ideologi Pancasila menjadi Khilafah hingga mengganti Presiden sebelum terjadinya Pemilu 2019 telah digaungkan sejak momen-momen rangkaian Pilkada 2018.

Kemudian, dua hari terakhir ini ada kericuhan-kericuhan dengan lebih dari 250 Tersangka, barang bukti sejumlah uang, mobil ambulans, bom Molotov, anak panah, mercon, pengerusakan Asrama dan Kantor Polisi, fasilitas publik, kendaraan operasional yang digunakan oleh Brimob dan Pemadam Kebakaran, telah menunjukkan bahwa patut diduga kuat adanya tindakan terencana, tersrtuktur, sistematis dan masif dalam terjadinya kerusuhan dua hari ini terutama di Jakarta.

Untuk itu selain diharapkan agar kita bersama untuk waspada, mawas diri, juga agar jangan terpancing untuk melakukan tindakan melawan hukum, serahkan semua dan percayakan kepada Polri dan TNI, untuk itu saya dukung tindakan tegas-terukur-represif, guna meredamnya;

  1. Bagi para korban yang meninggal dunia, saya juga menghaturkan duka yang sedalam-dalamnya, semoga amal ibadah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan agar diberikan keikhlasan. Selain itu, agar Polri juga tetap berjuang keras, untuk mengungkap penyebab kematian ini secara professional;
  2. Saya juga mengucapkan salut kepada Polri, yang telah bersama-sama TNI mengungkap dan menangani “skandal senjata dan sejumlah amunisi” yang diduga untuk memperkeruh kerusuhan Pasca pengumuman Pemilu 22 Mei 2019. Untuk hal ini agar Polri dibantu oleh TNI mengusut tuntas dan menindak tegas tanpa pandang bulu serta transparan;
  3. Rasa salut juga, disampaikan kepada Polri karena berhasil menindak serta menangkap mereka-mereka yang diduga sebagai Teroris, yang patut diduga tadinya hendak mnegacaukan kondisi Pasca pengumuman hasil Pemilu 2019;
  4. Polri juga agar tetap berani dan tegas, untuk menindak para pelaku makar yang telah ditangkap sebelumnya, ataupun yang telah terlibat dan dapat dijadikan sebagai Tersangka, guna meredam potensi kekerasan berlanjutan di kemudian hari, hingga menjaga wibawa dari penyelenggara pemerintahan yang sah dan konstitusional. Termasuk mereka-mereka yang diduga sebagai provokator dengan ajakan entah bernama “People Power”, “Kedaulatan Rakyat’, juga “Revolusi”. Siapapun itu, tindak tegas saja jika memang nantinya akan mendatangkan lebih banyak kemudaratan bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia;
  5. Ucapan prihatin juga disampaikan kepada korban dari pihak Polri dan TNI yang sedang bertugas, semoga menjadi amalan yang berlipat ganda pada bulan suci Ramadhan ini. Bulan Ramadhan, bulan suci yang penuh rahmat, dimana Setan-setan dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka. Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan (QS. Al Qadr: 1-3) dan Keberkahan (QS. Ad Dukhan:3), serta Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a. Maka, Ramadhan ini, saya sangat menyarankan agar kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum, hanya dilakukan sesuai ketentuan hokum yaitu hingga pukul 18.00. Terima kasih Polri dan TNI, telah berjuang sehingga kami dapat beribadah dengan lebih tenang;

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola

Sumber: tribunkaltim.co – Kamis, 23 Mei 2019 11:27

http://kaltim.tribunnews.com/2019/05/23/8-pernyataan-sikap-kompolnas-tanggapi-bentrok-aparat-dan-perusuh-di-jakarta-aparat-jangan-ragu?page=all.