Home / Berita Kompolnas / Kompolnas: Sebelum Daftar Bupati, Polisi Aktif Wajib Mundur

Kompolnas: Sebelum Daftar Bupati, Polisi Aktif Wajib Mundur

Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan kembali digelar serentak di seluruh Indonesia pada 2018 nanti. Partai politik pun semakin sibuk menjaring bakal calon bupati, wali kota, hingga gubernur. Dari banyak calon yang telah mendaftar ke partai, sejauh ini terdapat dua anggota Polri aktif yang ikut mendaftarkan diri sebagai bupati.

Pertama, Kapolres Manggarai AKBP Marselis Karrong yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Manggarai Timur, Provinsi NTT. Kedua, Kapolres Tapanuli Utara (Taput) AKBP Jonius Taripar Hutabarat yang juga telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Taput, Provinsi Sumut.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menegaskan, Kapolres Manggarai dan Kapolres Taput harus meletakkan jabatannya terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati, sebagaimana tertuang dalam UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. “Jelas dalam UU Polri, anggota Polri dilarang berpolitik,” ujar Poengky kepada wartawan, Senin (9/10/2017).

Dikatakan Poengky, pengunduran diri anggota Polri aktif tersebut wajib dilakukan sebelum tahapan pendaftaran calon kepala daerah. Hal ini sangat penting guna menghindari masuknya anggota Polri ke dalam politik praktis.

“Jika ada anggota Polri yang dicalonkan parpol jadi kandidat kepala daerah tertentu, maka sebelum tahapan pendaftaran calon kepala daerah, yang bersangkutan harus mengundurkan diri sebagai anggota Polri,” tukas dia.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus juga berpendapat serupa. Ia menilai, anggota Polri aktif yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala daerah, sesungguhnya telah terlibat dalam politik praktis.

“Mestinya dia mundur dulu dari institusi kepolisian, setelah itu maju sebagai bakal calon bupati,” ujar Petrus kepada wartawan, belum lama ini.

Advokat senior di Jakarta ini mengemukakan, pendaftaran diri Kapolres aktif yang diikuti dengan sosialisasi politik kepada masyarakat setempat, sejatinya telah melaksanakan kegiatan politik praktis.

“Artinya telah melanggar semua aturan yang berlaku terkait pelarangan anggota Polri aktif terlibat politik,” tukas Petrus.

Sebelumnya, larangan anggota Polri aktif terlibat politik praktis sebenarnya sudah ditegaskan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto.

“Pimpinan Polri menegaskan netralitas Polri dalam politik dan jangan sekali-kali melibatkan diri dalam politik praktis,” ujar Ari di hadapan penyidik Polda dan Polres se-Indonesia di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (13/10/2016) lalu.

Ari lantas mewanti-wanti, jika ingin menduduki jabatan di luar kepolisian, termasuk dalam politik, maka harus mengundurkan diri atau sudah pensiun. “Kalau mau maju (mencalonkan diri) harus mundur,” tegas Ari.

(Anugrah/harianterbit.com/Selasa, 10 Oktober 2017 18:43 WIB )
http://nasional.harianterbit.com/nasional/2017/10/10/88078/25/25/Kompolnas-Sebelum-Daftar-Bupati-Polisi-Aktif-Wajib-Mundur