Home / Berita Kompolnas / Kejahatan Siber Internasional, Kompolnas: Ini Tidak Bisa Diatasi Sendiri

Kejahatan Siber Internasional, Kompolnas: Ini Tidak Bisa Diatasi Sendiri

JAKARTA – Ratusan orang ditangkap anggota Polri di empat lokasi berbeda yakni Surabaya, Bali, Jakarta, dan Batam terkait kasus kejahatan siber internasional. Ini merupakan hasil kerja sama Kepolisian Republik Indonesia dengan Kepolisian China dalam mengungkap kejahatan penipuan melalui telefon fraud tersebut.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun mengapresiasi kinerja Polri dalam mengungkap jaringan kejahatan siber internasional itu di beberapa wilayah di Tanah Air.

“Pengungkapan ini kerja sama Polri dengan Kepolisian Tiongkok. Kerjasama ini baiknya terus dilakukan dengan kepolisian negara lainnya,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarty kepada Okezone, Senin (31/7/2017).

“Kejahatan siber berkaitan erat dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang sifatnya global, jadi tidak bisa diatasi sendiri, ” sambungnya.

Poengky menerangkan, kejahatan siber marak terjadi dalam beberapa kurun waktu belakangan. Tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di seluruh dunia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu waspada.

Di sisi lain, pihaknya berharap pelaku kejahatan siber ini agar diberi hukuman maksimal sehingga mampu memberikan efek jera.

Seperti diketahui, tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri baru saja mengungkap kejahatan penipuan melalui telepon fraud. Empat lokasi di Indonesia menjadi titik para pelaku melakukan kejahatannya yaitu Surabaya, Jakarta, Bali, dan Batam.

Sindikat ini berasal dari China dan Taiwan. Modusnya dengan menggunakan data-data nasabah bank di China dan Taiwan. Sindikat itu kemudian menghubungi para korban. Lalu mereka menyamar seolah-olah dari instansi penegak hukum di Taiwan.

Para sindikat tersebut ada yang berperan sebagai polisi, jaksa, atau petugas bank. Kemudian para pelaku mengatakan korban sedang diselidiki karena terkait kasus pidana. Setelah para korban ketakutan, maka para sindikat ini meminta sejumlah uang agar dikirim ke mereka. Tujuannya untuk menghentikan kasus pidana yang seakan-akan mereka lakukan.

[han/okezone.com/Senin, 31 Juli 2017 – 07:37 wib]