Home / Berita Kompolnas / Cerita dari Georgia, Ketika Saakashvili Mereformasi Kepolisian: Pecat 30 Ribu Polisi

Cerita dari Georgia, Ketika Saakashvili Mereformasi Kepolisian: Pecat 30 Ribu Polisi

Jakarta – Georgia adalah sebuah negara pecahan Uni Soviet. Negara ini terletak di Eropa Timur, berbatasan dengan Rusia di sebelah utara serta Turki di sebelah barat daya, Armenia di sebelah selatan. Namun, ada satu kisah menarik mengenai reformasi di kepolisian yang dilakukan negara ini.

Adalah Presiden Mikheil Saakashvili yang terpilih pada Januari 2004. Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (29/1/2015) sang presiden yang lahir pada 1967 itu segera melakukan reformasi di semua bidang.

Bukan apa-apa, negara berpenduduk sekitar 4-5 juta jiwa itu memiliki musuh terbesar yakni korupsi. Saakashvili pun melakukan tindakan tegas, di lingkungan bisnis dia melabrak segala pungutan liar di negeri itu.

Bahkan Bank Dunia menyebut, kebijakan Saakashvili ini sukses mengurangi korupsi. Sang presiden yang berkuasa hingga 2013 itu memang melakukan reformasi besar-besaran.

Selain urusan di bidang bisnis, hal lainnya yakni mereformasi lembaga kepolisian. Yang paling terkenal kebijakannya hingga dibahas media asing itu yakni dia berani memecat 30 ribu polisi lalu lintas.

Awalnya, memang Saakashvili memberikan kenaikan gaji besar kepada para aparat kepolisian. Gaji mereka tak kurang dinaikan hingga 20 kali lipat. Tapi rupanya, upaya itu tak sukses meredam korupsi.

Dia pun mengambil tindakan tegas. 30 Ribu polisi dia rumahkan. Kemudian dia merekrut tenaga baru yang segar. Mereka diberi gaji besar, dengan syarat tidak korupsi.

Apa yang dilakukan Saakashvili sukses. Warga Georgia yang semula enggan berurusan dengan polisi untuk urusan kecil pun kini kembali ke polisi. Bahkan sekedar urusan anjing atau kunci hilang, mereka mengadu ke polisi. Dan para petugas polisi itu pun dengan ramah melayani.