Home / Berita Polri / Kisah Pasukan Polri Tertahan 40 Hari di Sudan

Kisah Pasukan Polri Tertahan 40 Hari di Sudan

Jakarta – Satuan tugas Formed Police Unit (FPU) gelombang XIII yang ikut dalam misi PBB-Uni Afrika (UNAMID) di Sudan berbagi cerita saat mereka sempat dituduh menyelundupkan senjata.

“Kami ucapkan terima kasih kepada lembaga dan seluruh media yang selama ini membantu Polri memberikan informasi tentang keberadaan kami di Sudan. Kami tiba sejak 5 Maret 2017 dan besok diadakan upacara pelepasan dan penyematan mendali,” kata Kasatgas FPU VIII AKBP John Huntal Sitanggang di Mabes Polri, Rabu (15/3).

John didampingi Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul.

Menurutnya kepulangan mereka sempat tertahan di sana selama 40 hari karena harus menjelaskan dulu bagaimana kasus tersebut. Investigasi dilakukan oleh banyak pihak dan yang dimintai keterangan juga banyak. Juga karena Sudan dan markas PBB di New York ada perbedaan waktu.

“Banyak dari teman-teman yang tertunda rencana-rencananya. Karena ada yang punya rencana menikah, rencana untuk sekolah, banyak hal lainnya akhirnya dalam waktu 40 hari itu,” sambungnya.

Meski boleh pulang Martinus menambahkan bila sempat ada 15 orang yang diperiksa kemudian dari mereka dinyatakan clear. Namun siapa pemilik ratusan senjata itu belum diketahui hingga kini.

“Di Sudan selama kita bertugas itu tidak ada masalah. Jadi FPU kita Indonesia paling diterima di Sudan dan di UNAMID sendiri kita paling dipercaya untuk pelaksanaan tugas. Di luar ada latar belakang lain tapi terhadap FPU Indonesia masih dipercaya. Kita dipercaya karena kita dekat dengan masyarakat,” sambung John.

Selama tertunda kepulangannya itu mereka ditempatkan di transit camp. Segala kebutuhan juga dilengkapi sambil menunggu selesai proses pemeriksaan dari JIT (joint investigation team).

“Memang di bandara itu tidak ada CCTV dan bandara itu milik UNAMID tapi di bawah otoritas Sudan. Untuk pelaksanaan berikutnya (FPU IX) akan lebih ketat lagi. Mereka lebih mengantisipasi barang lain di sekitarnya,” tambahnya.

Meski sudah pulang ke Indonesia ada hal lain yang mereka tunggu. Apa itu?

“Yang daily substance allowance (tunjangan hidup harian) yang US$ 30 sudah cair tapi yang monthly substance allowance (US$ 1.100 per orang per bulan) masih dalam proses. Pada saat kita berangkat ke sini itu sudah diurus dari UNAMID sekarang prosesnya sudah di New York,” jawab John lalu tersenyum.